Spaghetti Aglio e Olio

Spaghetti atau lebih populer di Indonesia ditulis dan dilafalkan menjadi spageti, adalah salah satu jenis pasta dari italia yang berbentuk panjang, tipis, silindris dan padat, jika diperhatikan seperti mie pada umum nya. Dalam tradisi italia kuno spageti merupakan makanan pokok dalam masakan italia dan terbuat dari semolina gandum durum tetapi ditempat lain bisa saja dibuat dengan tepung jenis lain. Pada awalnya ukuran spageti sangat panjang, kemudian dipertengahan abad ke 20 spageti ukuran pendek semakin dikenal oleh masyarakat pada waktu itu, hingga saat ini berukuran 25-30 cm dan beberapa resep masakan menggunakan jenis pasta ini sebagai bahan utama.

Spaghetti Aglio e Olio

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa merk spageti yang umum kita dapat temukan dipasaran tetapi yang paling mendekati atau bisa dikatakan sama seperti spageti tradisional italia adalah Spagetiku. Spagetiku terbuat dari 100% semolia gandum durum selain itu Spagetiku juga bebas pengawet, kolesterol dan gluten sehingga aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja.

Aglio e Olio sendiri berasal dari kota Napoli sekitar tahun 1837, awal nya resep ini menggunakan bahan utama bihun karena aglio e olio ditemukan oleh kaum yang kurang mampu pada masanya dan hanya bihun yang harganya terjangkau oleh mereka pada saat itu. Aglio e olio berasal dari 2 (dua) kata yaitu aglio yang berarti bawang putih dan olio yang berarti minyak jadi bisa di artikan Spageti aglio e olio adalah spageti yang dimasak menggunakan bawang putih dan minyak. Untuk mempermudah penulisan dan pelafalannya, maka jadilah istilah aglio olio. Dalam perkembangannya ada juga yang menambahkan cabai kering bubuk, sehingga namanya menjadi  spageti aglio olio e peperoncino.

Di italia spageti aglio e olio adalah varian yang paling umum ditemukan, tetapi dibelahan negara lain masih banyak yang belum tahu tentang jenis pasta ini. Untuk di Indonesia pasta jenis ini sudah banyak tersedia direstoran-restoran atau dibuat sendiri dirumah karena bahannya yang mudah didapat dan cara memasak yang mudah. Dari segi rasa sudah banyak sekali perubahan yang mengikuti selera masyarakat di negara masing-masing, khusus di Indonesia lebih menyukai spageti aglio e olio yang kaya akan rasa dan mungkin akan sangat berbeda dengan resep tradisionalnya, sebagai contoh biasanya ditambahkan parutan keju cheddar, parmesan dan pecorino (keju tradisional yang terbuat dari susu domba) sebagai topping, padahal keju bisa menghilangkan aroma bawang putih dan minyak zaitun yang mendominasi.

Resep aglio e olio sendiri sebenarnya dapat menggunakan pasta jenis lain yang lebih tipis karena saat proses memasak bumbu akan lebih meresap pada pasta dengan lebih mudah. Pasta yang menjadi favorit selain spageti adalah linguine dan capellini. Linguine adalah pasta yang ukurannya lebih lebar dari spageti, lebar nya sekitar 4 milimeter. Nama linguine berarti “lidah kecil” dalam bahasa italia, linguine sendiri berasal dari daerah Genoa dan Luguria. Sementara capellini atau capelli d’angelo lebih dikenal sebagai angel hair dan jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah pasta rambut malaikat. Varian pasta ini lebih tipis dari spageti dengan diameter antara 0.78 dan 0.88 milimeter. Jenis pasta ini sudah ada sejak abad ke 14 dan karena bentuknya halus seringkali dimasak dengan minyak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merebus spageti, berikut caranya:

  • Porsi

Untuk seporsi biasanya dibuat dari 100 gram pasta dan direbus dengan 1 liter air ditambah 7 gram garam. Jangan pernah mencampur beberapa jenis pasta dalam panci yang sama.

  • Air

Volume air harus berisi 2/3 dari ukuran panci besar agar tidak meluap saat mendidih. Jika kekurangan air maka pasta akan menjadi lengket. Sebelum merebus pasta didihkan air terlebih dahulu agar menghemat waktu memasak dan pastikan tinggi permukaan air harus lebih tinggi dari pasta.

  • Garam dan Minyak

Gunakan garam sesuai aturan yang sudah ditentukan yaitu 7 gram garam per 100 gram pasta, garam juga berfungsi untuk memberi citarasa pada pasta dan juga menaikan suhu didih air. Untuk minyak sebaiknya tidak digunakan dalam proses merebus karena nantinya saus akan sulit menempel  pada pasta yang sudah matang.

  • Cara Mengaduk

Sebelum pasta dimasukan kecilkan api terlebih dahulu. Untuk pasta yang pendek bisa langsung di aduk secara perlahan agar tidak lengket. Untuk Spageti dan pasta panjang lainnya tunggu sampai melunak sedikit kemudian aduk secara perlahan membentuk angka delapan setiap 3-4 menit.

  • Al Dente

Al dente berarti pasta tidak lembek dan tidak juga keras. Artinya matangnya secara menyeluruh dan terasa kenyal saat digigit. Untuk mengetesnya jangan mengandalkan waktu memasak yang tertera pada kemasan. Ambil sedikit pasta, dinginkan, lalu gigit  dan rasakan teksturnya. Pasta al dente memiliki indek glikemik lebih rendah daripada pasta yang dimasak hingga lembek.

  • Mematangkan

Untuk pasta berbahan semolia gandum durum membutuhkan waktu lebih lama daripada pasta dengan bahan telur. Jika ingin pasta al dente kurangi waktu masak semalam kurang lebih 2 menit dari waktu yang tertera pada kemasan. Karena proses memasak terus berlanjut pada proses penirisan dan pemberian saus. Kuncinya saat bagian luar pasta sudah matang, tutup panci selama kurang lebih 15 menit dan matikan api.

  • Meniriskan

Dari al dente hingga lembek membutuhkan waktu sekitar satu menit, maka setelah al dente segera tiriskan dan jangan bilas dengan air karena akan membuang pati yang berfungsi untuk penyerapan saus.

Kemudian untuk memasak aglio e olio yang memiliki rasa lembut dan kaya rasa, harus diperhatikan dalam pemberian minyak agar tidak terlalu banyak dan bisa ditambahkan sedikit air, air yang digunakan bisa dari air rebusan spageti. Kemudian jangan menumis bawang terlalu kering karena akan berpengaruh pada aroma yang dihasilkan.

Demikian artikel seputar spageti aglio e olio, selamat mencoba membuat dan mencicipi aglio e olio dengan resep tradisional italia atau sesuai dengan cita rasa Indonesia.